Tragedi #matilampu Jadi Panggilan Mendesak untuk Audit Sistem, dan Peralihan ke Energi Bersih - Indonesia Berdaulat Energi #BersihkanIndonesia

Tragedi #matilampu Jadi Panggilan Mendesak untuk Audit Sistem, dan Peralihan ke Energi Bersih

JAKARTA, 6 Agustus 2019 - Gerakan #BersihkanIndonesia menyayangkan padamnya listrik selama lebih dari 10 jam di Jabodetabek, Jawa Barat hingga sebagian daerah lain di Jawa dan Bali, pada Minggu (4/8/2019) siang. Kejadian ini membuat kita sadar semakin mendesak dan pentingnya audit sistem, keterbukaan data, dan perbaikan tata kelola.


“Berulangnya kegagalan transmisi ini harus menjadi panggilan peringatan atas kenyataan akan buruknya sistem kelistrikan kita. Kini kebutuhan untuk memperbaiki situasi dengan melakukan audit sistem, keterbukaan data, dan perbaikan tata kelola menjadi semakin mendesak,” kata Grita Anindarini, Jurubicara #BersihkanIndonesia dari ICEL.

Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DKI Jakarta memperkirakan sedikitnya kerugian akibat pemadaman ini mencapai triliunan rupiah. Sesuai dengan Undang-undang Ketenagalistrikan Nomor 30 tahun 2009, PT PLN harus bertanggungjawab untuk mengganti atas semua kerugian dari pemadaman. Bahkan hingga Senin, PLN memberlakukan pemadaman bergilir dan belum bisa memastikan kapan sistem akan pulih. (1)

#BersihkanIndonesia meminta dilakukannya investigasi menyeluruh secara independen atas gagalnya PLN dalam memberikan layanan listrik tersebut. Investigasi itu harus dilakukan secara terbuka dan hasilnya disampaikan kepada puluhan juta pelanggan yang terdampak. Investigasi itu juga harus menjawab pertanyaan secara komprehensif, kenapa operasi turbin gagal dan siapa yang bertanggungjawab atas kegagalan tersebut.

Dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo, Senin (5/8/2019), PLN mengaku masih butuh waktu untuk memulihkan aliran listrik (2). Ini berarti kerugian bagi konsumen terus berlanjut dan biayanya semakin besar. Keterangan itu justru menunjukkan betapa sistem ketenagalistrikan besar yang dibangun secara terpusat ini berisiko tinggi, tidak lagi relevan dan efisien. Karena kegagalan satu bagian berdampak pada bagian lain dan berakhir dengan kerugian besar dan masif pada konsumen.

“Kejadian listrik padam kemarin juga memunculkan kekhawatiran soal keusangan teknologi yang kini terpasang. Sehingga harus ada inventarisasi secara terbuka soal teknologi usang yang mungkin masih terpasang padahal tidak lagi efisien dan justru berisiko tinggi,” ujar Iqbal Damanik, Jurubicara #BersihkanIndonesia dari Auriga.

“#BersihkanIndonesia juga mendesak pemerintah untuk beralih ke energi bersih yang terdesentralisasi berbasis potensi sumber energi lokal yang terbarukan. Karena sumber energi bersih terbarukan di Indonesia ini melimpah ruah namun pemerintah mengabaikan pemanfaatannya,” kata Sawung, Jurubicara #BersihkanIndonesia dari Walhi.


Kontak:
Sawung, Jurubicara #BersihkanIndonesia dari Walhi, 08156104606
Iqbal Damanik, Jurubicara #BersihkanIndonesia dari Auriga, 08114445026
Grita Anindarini, Jurubicara #BersihkanIndonesia dari ICEL, +62 821-2247-0088


Catatan editor
1) https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190805102737-85-418400/pln-hari-ini-masih-ada-pemadaman-listrik
2) https://www.suara.com/bisnis/2019/08/05/074945/listrik-padam-kadin-sebut-kerugian-usaha-di-jakarta-bisa-triliunan-rupiah
3) https://www.liputan6.com/news/read/4029337/pln-mati-lampu-kami-minta-maaf?related=dable&utm_expid=.9Z4i5ypGQeGiS7w9arwTvQ.1&utm_referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com%2F
4) https://nasional.kompas.com/read/2019/08/05/11110961/akui-proses-pemulihan-listrik-lambat-plt-dirut-pln-minta-maaf-ke-jokowi