Sebuah Pesan dari Si Pembunuh Seksi untuk Presiden Mendatang - Indonesia Berdaulat Energi #BersihkanIndonesia

Sebuah Pesan dari Si Pembunuh Seksi untuk Presiden Mendatang

Adegan itu dimulai dengan sepasang suami istri yang sedang menikmati bulan madu di sebuah rumah moderen metropolitan. Sebelum bercinta, mereka duduk nyaman di sofa empuk menonton tv, menikmati cemilan dari dalam kulkas hingga bersandar manja di kasur sembari bermain gawai. Mesin pendingin ruangan membuat malam itu serasa sempurna untuk bersenang-senang.



Oleh Dandhy Laksono dan Suparta ARZ, Direktur film dokumenter berdurasi 88 menit ini, adegan “kehangatan dan kemewahan hidup” ini sengaja dibuat menggantung lalu diganti dengan cuplikan bumi yang diledakkan. Sebuah ledakan yang saban hari bisa terjadi di pertambangan batu bara di Kalimantan dan Sumatera. Kehancuran yang menyuplai energi listrik nasional, termasuk kamar pasangan milenial itu.

 

Batu bara adalah sumber energi fosil kotor. Pertambangannya adalah kehancuran bagi bentang alam, menggusur pertanian, dan menyebabkan kematian 32 anak-anak bangsa di lubang tambang yang dibiarkan menganga. Sedangkan pembakaran batu bara di PLTU menyebarkan partikulat mematikan, dan pembuangan air bahang yang mengandung sulfur, merkuri, nitrogen serta zat berbahaya lainnya telah mengubah ekosistem laut di sekitarnya jadi mengerikan. Di atas itu semua, industri batu bara berkontribusi sekitar 46 % emisi karbon dioksida global yang mendorong pemanasan global.

 

Semua kekotoran batu bara terekam dengan baik dan jelas dalam narasi dokumenter terbaru Watchdoc Documentary ini. Basis riset film edisi terakhir Ekspedisi Indonesia Biru ini sangat kuat. Bahkan membongkar segamblang-gamblangnya akar-akar dari bisnis batu bara ini. Ada nama-nama elit beken yang ternyata adalah orang-orang terdekat kedua Capres Jokowi dan Prabowo. Oligarki kepentingan bisnis tambang dalam pilpres ini sangat terang.

Keren, sampe disebutin perusahaannya juga. Semoga abang di sini pada punya asuransi, ya bang. Takut kenapa-kenapa,” komentar pemilik akun Lina Natasya pada video trailer Sexy Killers ini di akun youtube Watchdoc Image.

 

Sejak diluncurkan 5 April 2019, kegiatan nobar Sexy Killers ini selalu diserbu ratusan anak-anak milenial. Sudah ada seratus lebih lokasi nobar di penjuru Indonesia. Di antaranya Aceh, Medan, Pekanbaru, Bengkulu, Lampung hingga Jakarta, Bandung, Jogja, bahkan Bulukumba, Samarinda, Pontianak dan Manokwari. Pada tanggal 11 April saja, sedikitnya 54 penyelenggaraan nobar. Penyelenggaranya dari komunitas, mahasiswa, masyarakat umum, dan lembaga non pemerintah.

 

Walau fakta-fakta batu bara yang membunuh itu cukup dominan, namun para sutradara Sexy Killers memberikan porsi tidak sedikit untuk solusi yang bisa dilakukan pemerintah. Inisiatif transformasi energi bersih yang sudah dimulai kelompok masyarakat juga diperlihatkan.

 

Dalam buku statistik EBTKE  yang dikeluarkan Kementerian ESDM tahun 2016 disebutkan betapa luar biasanya potensi energi bersih Indonesia. Potensi energi tenaga surya sebesar 207.898 MW namun baru terealisasi hanya 0,04%. Potensi energi tenaga laut mencapai 17.989 MW, realisasi hanya atau baru 0,002%. Potensi energi tenaga angin sebesar 60.647 MW, realisasi baru 3,1 MW atau 0,01%, sedangkan potensi energi tenaga mikro/mini hidro sebesar 19.385 MW, dan baru terealisasi 1%.

 

Meski sudah tahu besarnya potensi energi bersih ini, pemerintah masih saja kecanduan energi kotor. Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2019-2028, bauran energi batu bara dalam proyek 35 GW masih sekitar 54%. Dan melalui film Pembunuh Berdarah Dingin ini, mata kita jadi terbuka lebar, mengapa batu bara itu candu bagi pengambil kebijakan.

 

Ini waktu tepat bagi kita untuk bicara dan mengambil sikap. Tidak seharusnya gemerlap perkotaan menghancurkan bumi Kalimantan dan Sumatera. Dan ketika gawai-gawai kita disuplai dari energi yang menelan ruh-ruh kematian dini 17 jiwa manusia per hari karena energi kotor batu bara ini.

 

Dengan jumlah 90 juta jiwa milenial Indonesia, kita bisa mengatakan dengan lantang kepada siapapun yang akan memimpin Indonesia nantinya, bahwa masa depan itu ada di tangan kita. Masa depan untuk mendorong perubahan #BersihkanIndonesia, untuk Indonesia tanpa korupsi, Indonesia tanpa polusi. (*)



Blog ditulis oleh: Zamzami Arlinus - Trend Asia.