Konten terbaru dari Indonesia Berdaulat Energi #BersihkanIndonesia

Risiko Kelabu Abu Batubara: Aturan Ketat Diperlukan

Jakarta, 21 April 2021 - Satu hari menjelang Hari Bumi, dan Biden - Climate Leaders Summit yang juga mengundang Presiden Indonesia [1], #BersihkanIndonesia meluncurkan laporan berjudul Risiko Kelabu Abu Batubara. Laporan ini menyoroti meningkatnya risiko bahaya dari limbah abu batubara (FABA) bagi warga Indonesia setelah Presiden Jokowi baru saja mengeluarkannya dari daftar Limbah Bahan Berbahaya Beracun (LB3) [2]. Kebijakan ini menghambat transformasi Indonesia ke energi bersih yang adil dan berkelanjutan, melanggengkan ketergantungan terhadap batubara yang merupakan salah satu pemicu utama krisis iklim, serta mengancam keselamatan manusia dan lingkungan. Continue reading

FABA - Risiko Kelabu Abu Batubara

Risiko Kelabu Abu Batubara menyoroti meningkatnya risiko bahaya dari limbah abu batubara (FABA) PLTU bagi warga Indonesia setelah Presiden Jokowi baru saja mengeluarkannya dari daftar Limbah Bahan Berbahaya Beracun (LB3). Laporan ini merinci secara runut bagaimana limbah FABA dihasilkan, bahaya dan jalur-jalur paparannya hingga sampai kepada manusia. Laporan ini juga mengupas pengaturan maupun praktik pengelolaan abu batubara di Indonesia. Permasalahan-permasalahan dalam pengelolaan FABA terdahulu yang perlu Indonesia perbaiki, serta permasalahan yang mungkin muncul dengan pelonggaran regulasi juga dipetakan, berkaca dari dampak-dampak yang terdokumentasi di seluruh dunia. Studi kasus pengelolaan FABA PLTU di laporan ini mengungkapkan penegakan hukum yang tidak dijalankan sepenuhnya, bahkan ketika FABA masih diatur sebagai limbah B3. Pengabaian risiko kesehatan telah berdampak bagi lingkungan dan masyarakat, dan sangat mungkin meluas.Berikut, Laporan Risiko Kelabu Abu Batubara dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.FABA - Risiko Kelabu Abu BatubaraRising Risk - Coal Ash in Indonesia  

Omnibus Law Kitab Hukum Oligarki

Laporan: Omnibus Law Kitab Hukum Oligarki          

Pasal-pasal Oligarkis yang Penuh Konflik Kepentingan Pebisnis Tambang dan Energi Kotor di UU Cipta Kerja: Negara Rugi, Rakyat Buntung

Jakarta, 18Oktober2020- ​KoalisiMasyarakatSipil#BersihkanIndonesiabersamaFraksi Rakyat Indonesia (FRI) meluncurkan sebuah laporan yang mengungkap bagaimana substansi dan proses UU Cipta Kerja Omnibus Law dikuasai oleh konflik kepentingan. Analisis terhadap pasal-pasal pada “UU Predator” ini menyingkap benang merah yang jelas, bagaimana aturan ini memberikan rente ekonomi bagi kepentingan perusahaan tambang dan energi kotor dan setidaknya 18 aktor diduga terhubung dengan aktivitas bisnis ekstraktif tersebut. Continue reading

OPEN LETTER: PLN LOAN GUARANTEE WARNING

Jakarta, August 26th, 2020 To:MIGA Board of Directors OPEN LETTER: PLN LOAN GUARANTEE WARNING We write regarding MIGA’s forthcoming consideration of a guarantee for a syndicated loan facility to Perusahaan Listrik Negara (PLN), the power sector state-owned enterprise in Indonesia (project ID 14660). We understand that the proceeds of the Facility will be used by PLN to make payments under existing Power Purchase Agreements to eligible Independent Power Producers (IPP). We understand that eligible IPPs do not include coal-fired or nuclear power stations and include a number of geothermal projects and one small hydropower project that are operational and were supported by Development Finance Institutions. Continue reading

Surat Terbuka: Peringatan Jaminan Pinjaman untuk PLN

Jakarta, 26 Agustus 2020 Kepada Board of Directors MIGASurat Terbuka: Peringatan Jaminan Pinjaman untuk PLN Kami mengirimkan surat ini kepada Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA) - The World Bank Group sebagai bahan pertimbangan MIGA dalam rencana pemberian jaminan fasilitas pinjaman sindikasi kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN), badan usaha milik negara sektor tenaga listrik di Indonesia (project ID 14660). Kami memahami bahwa hasil dari fasilitas pinjaman tersebut akan digunakan oleh PLN untuk melakukan pembayaran berdasarkan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik yang ada kepada Produsen Listrik Independen (IPP) yang memenuhi syarat. Kami memahami bahwa IPP yang memenuhi syarat tersebut tidak mencakup pembangkit listrik tenaga batu bara atau nuklir dan mencakup sejumlah proyek panas bumi dan satu proyek pembangkit listrik tenaga air kecil yang beroperasi dan didukung oleh lembaga keuangan pembanguna Continue reading

Kertas Posisi dan Pernyataan Sikap Menolak Omnibus Law

Penuhi Kewajiban Perlindungan dan Peningkatan Kesejahteraan: Hentikan Pembahasan Omnibus Law Cipta Kerja, Fokus Atasi Krisis COVID-19 Continue reading

Covid-19, Penyakit Baru, dan Krisis Iklim

Ditulis oleh: Widia Primastika (Trend Asia) Kerepotan kita akibat bencana banjir dan tanah longsor yang sempat menghampiri masyarakat Indonesia pada pembuka tahun 2020 kini telah bertambah dan bertubi-tubi: wabah Covid-19. Coronavirus Disease atau COVID-19 merupakan penyakit baru yang ditemukan pada tahun 2019 di Wuhan, Cina, dan belum pernah diidentifikasi pada manusia [1]. Penyakit ini terjadi karena penderita terinfeksi oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-Cov-2). Continue reading

Covid-19, Penyakit Baru, dan Krisis Iklim

Kerepotan kita akibat bencana banjir dan tanah longsor yang sempat menghampiri masyarakat Indonesia pada pembuka tahun 2020 kini telah bertambah dan bertubi-tubi: wabah Covid-19. Coronavirus Disease atau COVID-19 merupakan penyakit baru yang ditemukan pada tahun 2019 di Wuhan, Cina, dan belum pernah diidentifikasi pada manusia [1]. Penyakit ini terjadi karena penderita terinfeksi oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-Cov-2). Continue reading

Setrum PLTU yang Redupkan Nasib Petambak Garam Cirebon

Blog oleh: Meiki Paendong (WALHI Jawa Barat) dan Marina Nasution (Trend Asia)   Jalan setapak itu cukup lebar. Sekira dua meter. Di sisi kanan dan kiri, terlihat gundukan karung goni setinggi dua-tiga meter. Tertutup spanduk plastik bekas. Karung goni itu berisi garam kasar. Teronggok pasrah menanti pembeli. Sudah menumpuk sejak bulan Oktober 2019. Satu tumpukan berisi sedikitnya 15 ton garam. Di tempat saya berdiri, sedikitnya ada 20 tumpukan. Dan di sepanjang Jalan Raya Pantura, Kandawaru, Cirebon, setidaknya ada 4 kawasan dengan tumpukan garam ukuran serupa.  Continue reading